Blog Admin Katro

May 5, 2011

Menghilangkan Server dari Jaringan

Filed under: Windows Server — cutro @ 11:06

Ada 2 Cara :
Edit Registry
1.    Buka registry editor, pilih
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\LanmanServer\Parameters
2.    Dari Edit menu, pilih Add Value dan ketik:
Hidden
Note: nilainya case sensitive dan harus mulai dengan sebuah huruf kapital H.
3.    Di Data Type field, pilih REG_DWORD dan pilih OK.
4.    Di Data field, ketik 1 untuk me-enable hiding dan pilih OK.
5.    Restart komputer.

menggunakan perintah NET CONFIG SRV
Setting ini juga bisa di rubah menggunakan command:
net config server /hidden:yes|no
•    Untuk menghilangkan server di Browser list, ketik net config server /hidden:yes di command prompt, dan tekan ENTER.
•    Untuk menampilkan kembali di Browser list, ketik net config server /hidden:no di command prompt, dan tekan ENTER.
Note: butuh waktu 30 menit supaya server hilang dari Browser lists.

Selamat mencoba

January 29, 2011

Mencoba Bus Transjakarta Koridor IX

Filed under: Transportation — cutro @ 12:29
Tags:

Akhirnya datang juga kesempatan untuk mencoba koridor baru Bus Transjakarta yaitu Koridor IX.

Kamis kemarin, Setelah turun dari KRL Express di Palmerah, saya sengaja menyempatkan diri untuk berjalan kaki menuju halte Bus Transjakarta di Palmerah, yang terletak di seberang JDC (Jakarta Design Center)

Setelah menunggu sekitar 10 menit, datanglah Bus yg ditunggu-tunggu, penumpangnya cukup padat. Waktu tempuh dari Palmerah menuju Bidakara terbilang cepat, cuma jika ditambah waktu tunggu sepertinya untuk jarak dekat kurang efektif.

Saya biasanya hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk jarak tempuh Palmerah – Bidakara, kalau boleh saya memberikan kritik mungkin pertama, jumlah armada harus diperbanyak, paling tidak setiap 5 menit sekali sehingga waktu tunggu tidak terlalu lama, kedua, ruang tunggu harus dibuat nyaman, kondisi sekarang ini penumpang sangat kurang nyaman jika harus menunggu terlalu lama di halte, mungkin dengan diberi pendingin udara masalah ini bisa teratasi. Mungkin itu yang saya pikir urgent untuk dibenahi,

Selamat menggunakan Bus Transjakarta

January 25, 2011

Disable Windows Genuine Advantage Notification in 3 Simple Steps

Filed under: Windows XP — cutro @ 18:11

Kebetulan ada teman telpon menanyakan masalah WGA (Windows Genuine Advantage) Notification yang muncul terus, untuk menghilangkannya berikut langkah-langkah simplenya :

1. Reboot Windows dalam safe mode (tekan terus tombol F8 saat booting dan Anda akan mendapatkan pilihan untuk boot di safe mode) dan kemudian:

2. Buka Registry Editor (regedit.exe) dan cari folder WGALOGON dan hapus. Anda harus backup registry terlebih dahulu, jika terjadi tidak sesuai yang diinginkan bisa kembali ke keadaan sebelumnya.

3. Di dalam direktori windows cari file-file wga* dan hapus.

Selesai, sekarang reboot kembali komputer anda dan masuk ke mode normal dan Windows Genuine Advantage tidak akan muncul kembali

September 24, 2010

Install ntop di Untangle 7.11

Filed under: Uncategorized — cutro @ 20:17

Hari ini seharian gue ngoprek-ngoprek untangle 7.11 untuk di install ntop, setelah googling kesana-kemari akhirnya ketemu dua versi cara menginstall ntop di debian, yang pertama sudah gue coba dan work great dan yang kedua belum sempat, baik…..gue share aja dua-dua nya:

Cara pertama :

1. Naikan apt cache dengan perintah :

sed -i -e 's/APT::Cache-Limit 10000000/APT::Cache-Limit 20000000/' /etc/apt/apt.conf

2. Backup  sources.list aslinya :

cp /etc/apt/sources.list /etc/apt/sources.list.orig

3. Tambahkan di Debian 5 Repo :
echo "deb http://http.us.debian.org/debian/ lenny main contrib non-free" >>/etc/apt/sources.list
echo "deb-src http://http.us.debian.org/debian/ lenny main" >>/etc/apt/sources.list

4. Update package nya dan install ntop build yang terakhir :
apt-get update

apt-get install ntop

5. Set password ntop admin :
ntop -A

6. Setting ntop monitoring interface :
cd /var/lib/ntop

sed 's/INTERFACES="eth0"/INTERFACES="eth1"/g' init.cfg> init.cfg.tmp

cp init.cfg.tmp init.cfg

rm init.cfg.tmp

7.Setting ntop untuk menggunakan port 4000 TCP :
echo 'GETOPT="-w 4000"' >>/etc/default/ntop

8. Restore sources list APT aslinya :
cp /etc/apt/sources.list.orig /etc/apt/sources.list
rm /etc/apt/sources.list.orig

9. Jalankan ntop :
/etc/init.d/ntop start

10. Pastikan ntop memakai port 4000 TCP :
lsof -i :4000

maka akan tampil :
COMMAND  PID USER   FD   TYPE DEVICE SIZE NODE NAME
ntop    7462 ntop    1u  IPv4 488311       TCP *:4000 (LISTEN)

11. Setting packet filter di Untangle untuk ntop : 

12. Amankan akses ntop dari luar untangle

a. Browse untangle di alamat http://ip-address:4000b. Click "Admin" kemudian "Configure" lalu "Protect URL"

c. Masukan username "admin" dan passwordnya.e. Click "Add URL" kemudian "Add URL" lagi.
Cara kedua :

  • First  Step "Installing NTOP"

Jalankan command berikut :

  1. apt-get update
  2. apt-get install ntop
  3. apt-get install openssl
  4. ntop --set-admin-password=your-password
  1. Second Step "Starting & Accessing NTOP"

Execute the the following command "change the arguments respectively"

  • ntop -d -u ntop -i eth0,eth1 -w 3000 --w3c
    • ntop is started as a daemon -d
    • ntop is started as user ntop -u
    • ntop is listening to nics eth0 and eth1 -i
    • ntop is listening to port 3000 -w
    • ntop is using --w3c this produces a slightly better display
    • For SSL execute -W 3000 -w 0 instead of -w 3000

To access ntop simply execute http://yourserver:3000 or https://yourserver:3000 .

This depends upon your ip, the port you chose and wether you chose ssl support or not.

To stop,start or restart ntop execute:

  1. /etc/init.d/ntop stop
  2. /etc/init.d/ntop start
  3. /etc/init.d/restart

Finally, the only thing left to do is securing your ntop installation in case you want to access it from the internet.

Not securing ntop, can allow hackers or intruders to gain insight into your network and they can obtain valuable information about your computers.

  • Access your ntop installation using your favourite browser
  • Go To Admin
  • Go to URL
  • Choose the URLs you want to restrict, my advice is to restrict the root directory "/" this will secure the whole ntop installation
  • If you want other users to access ntop, go to admin ->  users and add the respective users.

January 20, 2010

IP MX terkena blocklist

Filed under: Email — cutro @ 18:24
Tags: ,

Kemarin, disaat gue izin ga masuk kantor, ada aja masalah yang muncul.

Pertama komputer pak H, ga bisa connect ke network..kedua, beberapa email keluar di reject, ternyata ip address email server gue kena block list…halaaah ada-ada aja, ini mungkin karena masalah patch yang belum diinstall, penyakiiiiit…

Akhirnya karena ga masuk kantor gue minta tolong NOC ISP untuk melepas block listnya, alhamdulillah beres sementara ini :-) …tinggal cari masalah utamanya nih, mudah-mudahan cepet ketemu

January 12, 2010

Kiat mempererat cinta suami-istri

Filed under: Family — cutro @ 23:07

Tadi karena pusing dengan masalah rumah-tangga, iseng-iseng googling mengenai kiat-kiat mempererat cinta suami-istri akhirnya dapet dari www.voa-islam.com, gue copas aja ya berikut ini, semoga bermanfaat buat gue sendiri pribadi dan buat yang lain…shoook atuuuh

Kiat-Kiat Mempererat Cinta Suami Istri

Ada kejadian, seorang laki-laki sebelum menikah menginginkan istri yang cantik parasnya dan beberapa kriteria lainnya. Tetapi pada saat pernikahan, dia mendapatkan istrinya sangat jauh dari kriteria yang ia tetapkan. Subhanallah! Inilah jodoh, walaupun sudah berusaha keras, tetapi jika Allah menghendaki lain, semua akan terjadi.

Pada awalnya ia terkejut karena istrinya ternyata kurang cantik, padahal sebelumnya sudah nazhar (melihat) calon istrinya tersebut. Sampai ayah dari pihak suami menganjurkan anaknya untuk menceraikan istrinya tersebut. Tetapi kemudian ia bersabar. Dan ternyata ia mendapati istrinya tersebut sebagai wanita yang shalihah, rajin shalat, taat kepada orang tuanya, taat kepada suaminya, selalu menyenangkan suami, juga rajin shalat malam.

Pada akhirnya, setelah sekian lama bergaul, sang suami ini merasa benar-benar puas dengan istrinya. Bahkan ia berpikir, lama-kelamaan istrinya bertambah cantik, dan ia sangat mencintai serta menyayanginya. Karena kesabaranlah Allah menumbuhkan cinta dan ketentraman. Ternyata faktor fisik tidaklah begitu pokok dalam menentukan kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga, walaupun bisa juga ikut berperan menentukan.

Berikut ini kami bawakan kiat-kiat praktis sebagai ikhtiar merekatkan cinta kasih antara suami istri, sehingga keharmonisan bisa tercipta.

Pertama : Saling Memberi Hadiah.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :

تَهَادَوْا تَحَابُّوا

“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling cinta mencintai”.[1]

Memberi hadiah merupakan salah satu bentuk perhatian seorang suami kepada istrinya, atau istri kepada suaminya. Terlebih bagi istri, hadiah dari suami mempunyai nilai yang sangat mengesankan. Hadiah tidak harus mahal, tetapi sebagai simbol perhatian suami kepada istri.

Seorang suami yang ketika pulang membawa sekedar oleh-oleh kesukaan istrinya, tentu akan membuat sang isteri senang dan merasa mendapat perhatian. Dan seorang suami, semestinya lebih mengerti apa yang lebih disenangi oleh isterinya. Oleh karena itu, para suami hendaklah menunjukkan perhatian kepada istri, diungkapkan dengan memberi hadian meski sederhana.

Kedua : Mengkhususkan Waktu Untuk Duduk Bersama.
Jangan sampai antara suami istri sibuk dengan urusannya masing-masing, dan tidak ada waktu untuk duduk bersama.

Ada pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh bin Baz. Ada seorang pemuda tidak memperlakukan isteri dengan baik. Yang menjadi penyebabnya, karena ia sibuk menghabiskan waktunya untuk berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan studi dan lainnya, sehingga meninggalkan isteri dan anak-anaknya dalam waktu lama. Masalah ini ditanyakan kepada Syaikh, apakah diperbolehkan sibuk menuntut ilmu dan sibuk beramal dengan resiko mengambil waktu yang seharusnya dikhususkan untuk isteri?

Syaikh bin Baz menjawab pertanyaan ini. Beliau menyatakan, tidak ragu lagi, bahwa wajib atas suami untuk memperlakukan isterinya dengan baik berdasarkan firman Allah:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Pergaulilah mereka dengan baik” [An Nisa`: 19]

Juga sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abdullah bin ‘Amr bin Ash, yaitu manakala sahabat ini sibuk dengan shalat malam dan sibuk dengan puasa, sehingga lupa dan lalai terhadap isterinya, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Puasalah dan berbukalah. Tidur dan bangunlah. Puasalah sebulan selama tiga hari, karena sesungguhnya kebaikan itu memiliki sepuluh kali lipat. Sesungguhnya engkau memiliki kewajiban atas dirimu. Dirimu sendiri memiliki hak, dan engkau juga mempunyai kewajiban terhadap isterimu, juga kepada tamumu. Maka, berikanlah haknya setiap orang yang memiliki hak” [Muttafaqun ‘alaihi].

Banyak hadits yang menunjukkan adanya kewajiban agar suami memperlakukan isteri dengan baik. Oleh karena itu, para pemuda dan para suami hendaklah memperlakukan isteri dengan baik, berlemah-lembut sesuai dengan kemampuan. Apabila memungkinkan untuk belajar dan menyelesaikan tugas-tugasnya di rumah, maka lakukanlah di rumah, sehingga, disamping dia mendapatkan ilmu dan menyelesaikan tugas, dia juga dapat membuat isteri dan anak-anaknya senang. Kesimpulannya, adalah disyariatkan atas suami mengkhususkan waktu-waktu tertentu, meluangkan waktu untuk isterinya, agar sang isteri merasa tentram, memperlakukan isterinya dengan baik; terlebih lagi apabila tidak memiliki anak.

Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya) :
Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik di antara kalian terhadap keluarganya. Dan saya adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap keluargaku.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya) :
Orang yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya di antara mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap isteri-isteri kalian. [Diriwayatkan oleh Tirmidzi]

Sebaliknya, seorang isteri juga disyariatkan untuk membantu suaminya, misalnya menyelesaikan tugas-tugas studi ataupun tugas kantor. Hendaklah dia bersabar apabila suaminya memiliki kekurangan karena kesibukannya, sehingga kurang memberikan waktu yang cukup kepada isterinya.

Berdasarkan firman Allah, hendaklah antara suami dan isteri saling bekerjasama:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى

“Tolong-menolonglah kalian di atas kebaikan dan takwa”.

Juga berdasarkan keumuman sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

“Allah akan selalu menolong hambaNya selama hambaNya itu menolong saudaranya”. [Diterjemahkan dari buku Fatawa Islamiyyah]

Nasihat Syaikh bin Baz tersebut ditujukan kepada kedua belah pihak. Kepada suami hendaklah benar-benar tidak sampai melalaikan, dan kepada isteri pun untuk bisa bersabar dan memahami apabila suaminya sibuk bukan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

Untuk para isteri, bisa juga mengoreksi diri mereka. Mungkin di antara sebab suami tidak kerasan di rumah karena memiliki isteri yang sering marah, selalu bermuka masam dan ketus apabila berbicara.

Ketiga : Menampakkan Wajah Yang Ceria.
Di antara cara untuk mempererat cinta kasih, hendaklah menampakkan wajah yang ceria. Ungkapan dengan bahasa wajah, mempunyai pengaruh yang besar dalam kegembiraan dan kesedihan seseorang. Seorang isteri akan senang jika suaminya berwajah ceria, tidak cemberut. Secara umum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا تَحْقِرَنَّ مِنْ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْق

“Sedikit pun janganlah engkau menganggap remeh perbuatan baik, meskipun ketika berjumpa dengan saudaramu engkau menampakkan wajah ceria” [HR Muslim]

Begitu pula sebaliknya, ketika suami datang, seorang isteri jangan sampai menunjukkan wajah cemberut atau marah. Meskipun demikian, hendaknya seorang suami juga bisa memahami kondisi isteri secara kejiwaan. Misalnya, isteri yang sedang haidh atau nifas, terkadang melakukan tindakan yang menjengkelkan. Maka seorang suami hendaklah bersabar.

Ada pertanyaan dari seorang istri yang disampaikan kepada Syaikh bin Baz, sebagai berikut :

“Suami saya -semoga Allah memaafkan dia-, meskipun dia berpegang teguh dengan agama dan memiliki akhlak yang tinggi serta takut kepada Allah, tetapi dia tidak memiliki perhatian kepada saya sedikit pun. Jika di rumah, ia selalu berwajah cemberut, sempit dadanya dan terkadang dia mengatakan bahwa sayalah penyebab masalahnya.

Tetapi Allah-lah yang mengetahui bahwa saya –alhamdulillah- telah melaksanakan hak-haknya. Yakni menjalankan kewajiban saya sebagai isteri. Saya berusaha semaksimal mungkin dapat memberikan ketenangan kepada suami dan menjauhkan segala hal yang membuatnya tidak suka. Saya selalu sabar atas tindakan-tindakannya terhadap saya.

Setiap saya bertanya sesuatu kepadanya, dia selalu marah, dan dia mengatakan bahwa ucapan saya tidak bermanfaat dan kampungan. Padahal perlu diketahui, jika kepada teman-temannya, suami saya tersebut termasuk orang yang murah senyum. Sedangkan terhadap saya, ia tidak pernah tersenyum; yang ada hanyalah celaan dan perlakuan buruk. Hal ini menyakitkan dan saya merasa sering tersiksa dengan perbuatannya. Saya ragu-ragu dan beberapa kali berpikir untuk meninggalkan rumah.

Wahai Syaikh, apabila saya meninggalkan rumah dan mendidik sendiri anak-anak saya dan berusaha mencari pekerjaan untuk membiayai anak-anak saya sendiri, apakah saya berdosa? Ataukah saya harus tetap tinggal bersama suami dalam keadaan seperti ini, (yaitu) jarang berbicara dengan suami, (ia) tidak bekerja sama dan tidak merasakan problem saya ini?”

Dijawab oleh Syaikh bin Baz : “Tidak diragukan lagi, bahwa kewajiban atas suami isteri ialah bergaul dengan baik dan saling menampakkan wajah penuh dengan kecintaan. Dan hendaklah berakhlak dengan akhlak mulia, (yakni) dengan menampakkan wajah ceria, berdasarkan firman Allah:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Pergaulilah mereka dengan baik”. [An Nisa` : 19].

Juga dalam surat Al Baqarah ayat 228:

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf, akan tetapi, para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isteri”.

Arti kelebihan disini, secara umum laki-laki lebih unggul daripada wanita. Tetapi nilai-nilai yang ada pada setiap individu di sisi Allah, tidak berarti laki-laki pasti derajatnya lebih tinggi. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.

Dan berdasarkan sabda Nabi:

الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ

“Kebaikan itu adalah akhlak yang baik”. [HR Muslim].

Dan berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

لَا تَحْقِرَنَّ مِنْ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

“Sedikitpun janganlah engkau menganggap remeh perbuatan baik, meskipun ketika berjumpa dengan saudaramu engkau menampakkan wajah ceria”.[HR Muslim]

Juga berdasarkan sabda Nabi:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

“Orang yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya di antara mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap isteri-isteri kalian”.[Diriwayatkan oleh Tirmidzi].

Ini semua menunjukkan, bahwa motivasi berakhlak yang baik dan menampakkan wajah ceria pada saat bertemu serta bergaul dengan baik kepada kaum Muslimin, berlaku secara umum; terlebih lagi kepada suami atau isteri dan kerabat.

Oleh karena itu, engkau telah berbuat baik dalam hal kesabaran dan ketabahan atas penderitaanmu, yaitu menghadapi kekasaran dan keburukan suamimu. Saya berwasiat kepada dirimu untuk terus meningkatkan kesabaran dan tidak meninggalkan rumah di karenakan hal itu. Insya Allah akan mendatangkan kebaikan yang banyak. Dan akibat yang baik, insya Allah diberikan kepada orang-orang yang sabar. Banyak ayat yang menunjukan, barangsiapa yang bertakwa dan sabar, maka sesungguhnya balasan yang baik itu bagi orang-orang yang bertakwa. Dan sesungguhnya Allah akan memberi ganjaran yang besar tanpa hisab kepada oraang-orang yang sabar.

Tidak ada halangan dan rintangan untuk bercanda dan bergurau, serta mengajak bicara suami dengan ucapan-ucapan yang dapat melunakkan hatinya, dan yang dapat menyebabkan lapang dadanya dan menumbuhkan kesadaran akan hak-hakmu. Tinggalkanlah tuntutan-tuntutan kebutuhan dunia (yang tidak pokok) selama sang suami melaksanakan kewajiban dengan memberikan nafkah dari kebutuhan-kebutuhan yang pokok, sehingga ia menjadi lapang dada dan hatinya tenang. Engkau akan merasakan balasan yang baik, insya Allah. Semoga Allah memberikan taufiq kepada dirimu untuk mendapatkan kebaikan dan memperbaiki keadaan suamimu. Semoga Allah membimbingnya kepada kebaikan dan memperbaiki akhlaknya. Semoga Allah membimbingnya untuk dapat bermuka ceria dan melaksanakan kewajiban-kewajiban kepada isterinya dengan baik. Sesungguhnya, Allah adalah sebaik-baik yang diminta, dan Dia adalah pemberi hidayah kepada jalan yang lurus. [Dinukil dari buku Fatawa Islamiyyah].

Ini menunjukkan, bahwa seorang wanita diperbolehkan untuk mengeluh dan menyampaikan problemnya kepada orang yang alim, atau orang yang dianggap bisa menyelesaikan masalahnya. Hal ini tidak sama dengan sebagian wanita yang sering, atau suka menceritakan rahasia rumah tangganya, termasuk kelemahan dan keburukan suaminya kepada orang lain, tanpa bermaksud menyelesaikan masalahnya.

Sehubungan dengan permasalahan ini, Syaikh ‘Utsaimin mengatakan, bahwa apa yang disampaikan oleh sebagian wanita, yang menceritakan keadaan rumah tangganya kepada kerabatnya, bisa jadi (kepada) orang tua isteri atau kakak perempuannya, atau kerabat yang lainnya, bahkan kepada teman-temannya, (hukumnya) adalah diharamkan. Tidak halal bagi seorang wanita membuka rahasia rumah tangganya dan keadaan suaminya kepada seorang pun. Karena seorang wanita yang shalihah ialah, yang bisa menjaga dan memelihara kedudukan martabat suaminya. Nabi n telah memberitakan, seburuk-buruk manusia kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat ialah, seorang laki-laki yang suka menceritakan keburukan isterinya, atau seorang wanita yang menceritakan keburukan suaminya.

Meski demikian, jangan dipahami bahwa secara mutlak seorang wanita tidak boleh menceritakan keburukan seorang suami. Karena, pada masa Nabi pun ada seorang wanita yang datang kepada Rasulullah n dan berkata: “Ya, Rasulullah. Suami saya adalah orang yang kikir, tidak memberikan nafkah yang cukup bagi saya. Bolehkah saya mengambil darinya tanpa sepengetahuannya untuk sekedar mencukupi kebutuhan saya dan anak saya?”

Mendengar penuturan orang ini, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

خُذِي مَا يَكْفِيكِ وَوَلَدَكِ بِالْمَعْرُوفِ

“Ambillah nominal yang mencukupi kebutuhanmu dan anakmu”. [Muttafaqun ‘alaihi]

Keempat : Memberikan Penghormatan Dengan Hangat Kepada Pasangannya.
Memberikan penghormatan dengan hangat kepada pasangannya, baik ketika hendak pergi keluar rumah, ataupun ketika pulang. Penghormatan itu, hendaklah dilakukan dengan mesra.

Dalam beberapa hadits diriwayatkan, ketika hendak pergi shalat, Rasulullah n mencium isterinya tanpa berwudhu lagi dan langsung shalat. Ini menunjukkan, bahwa mencium isteri dapat mempererat hubungan antara suami isteri, meluluhkan kebekuan ataupun kekakuan antara suami isteri. Tentunya dengan melihat situasi, jangan dilakukan di hadapan anak-anak.

Perbuatan sebagian orang, ketika seorang isteri menjemput suaminya yang datang dari luar kota atau dari luar negeri, ia mencium pipi kanan dan pipi kiri di tempat umum. Demikian ini tidak tepat.

Memberikan penghormatan dengan hangat tidak mesti dengan mencium pasangannya. Misalnya, seorang suami dapat memanggil isterinya dengan baik, tidak menjelek-jelekkan keluarganya, tidak menegur isterinya di hadapan anak-anak mereka. Atau seorang isteri, bila melakukan penghormatan dengan menyambut kedatangan suaminya di depan pintu. Apabila suami hendak bepergian, istri menyiapkan pakaian yang telah diseterika dan dimasukkannya ke dalam tas dengan rapi.

Suami hendaknya menghormati isterinya dengan mendengarkan ucapan isteri secara seksama. Sebab terkadang, ada sebagian suami, jika isterinya berbicara, ia justru sibuk dengan hand phone-nya mengirim sms atau sambil membaca koran. Dia tidak serius mendengarkan ucapan isteri. Dan jika menanggapinya, hanya dengan kata-kata singkat. Jika isteri mengeluh, suami mengatakan “hal seperti ini saja dipikirkan!”

Meskipun sepele atau ringan, tetapi hendaklah suami menanggapinya dengan serius, karena bagi isteri mungkin merupakan masalah yang besar dan berat.

Kelima : Hendaklah Memuji Pasangannya.
Di antara kebutuhan manusia adalah keinginan untuk dipuji -dalam batas-batas yang wajar. Dalam masalah pujian ini, para ulama telah menjelaskan [2], bahwa pujian diperbolehkan atau bahkan dianjurkan dengan syarat-syarat : untuk memberikan motivasi, pujian itu diungkapkan dengan jujur dan tulus, dan pujian itu tidak menyebabkan orang yang dipuji menjadi sombong atau lupa diri.

Abu Bakar As Siddiq Radhiyallahu ‘anhu pernah dipuji, dan dia berdo’a kepada Allah: “Ya, Allah. Janganlah Engkau hukum aku dengan apa yang mereka ucapkan. Jangan jadikan dosa bagiku dengan pujian mereka, jangan timbulkan sifat sombong. Jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka sangka, dan ampunilah aku atas perbuatan-perbuatan dosa yang mereka tidak ketahui”.

Perkatanan ini juga diucapkan oleh Syaikh Al Albani ketika beliau dipuji-puji oleh seseorang di hadapan manusia. Beliau rahimahullah menangis dan mengucapkan perkataan Abu Bakar tersebut serta mengatakan: “Saya ini hanyalah penuntut ilmu saja”.

Seorang isteri senang pujian dari suaminya, khususnya di hadapan orang lain, seperti keluarga suami atau isteri. Dia tidak suka jika suami menyebutkan aibnya, khususnya di hadapan orang lain. Jika masakan isteri kurang sedap jangan dicela.

Keenam : Bersama-Sama Melakukan Tugas Yang Ringan.

Di antara kesalahan sebagian suami ialah, mereka menolak untuk melakukan sebagian tugas di rumah. Mereka mempunyai anggapan, jika melakukan tugas di rumah, berarti mengurangi kedudukannya, menurunkan atau menjatuhkan kewibawaannya di hadapan sang isteri. Pendapat ini tidak benar.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan tugas-tugas di rumah, seperti menjahit pakaiannya sendiri, memperbaiki sandalnya dan melakukan tugas-tugas di rumah. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya dan terdapat dalam Jami’ush Shaghir. Terlebih lagi dalam keadaan darurat, seperti isteri sedang sakit, setelah melahirkan. Terkadang isteri dalam keadaan repot, maka suami bisa meringankan beban isteri dengan memandikan anak atau menyuapi anak-anaknya. Hal ini, disamping menyenangkan isteri, juga dapat menguatkan ikatan yang lebih erat lagi antara ayah dan anak-anaknya.

Ketujuh : Ucapan Yang Baik.
Kalimat yang baik adalah kalimat-kalimat yang menyenangkan. Hendaklah menghindari kalimat-kalimat yang tidak menyenangkan, bahkan menyakitkan.

Seorang suami yang menegur isterinya karena tidak berhias, tidak mempercantik diri dengan celak dimata, harus dengan ucapan yang baik.[3]

Misalnya dengan perkataan : “Mengapa engkau tidak memakai celak?”

Isteri menjawab dengan kalimat yang menyenangkan : “Kalau aku memakai celak, akan mengganggu mataku untuk melihat wajahmu”.

Perkataan yang demikian menunjukkan ungkapan perasaan cinta isteri kepada suami. Ketika ditegur, ia menjawab dengan kalimat menyenangkan.

Berbeda dengan kasus lain. Saat suami isteri berjalan-jalan di bawah bulan purnama, suami bertanya : “Tahukah engkau bulan purnama di atas?”

Mendengar pertanyaan ini, sang isteri menjawab : “Apakah engkau lihat aku buta?”

Kedelapan : Perlu Berekreasi Berdua Tanpa Membawa Anak.
Rutinitas pekerjaan suami di luar rumah dan pekerjaan isteri di rumah membuat suasana menjadi jenuh. Sekali-kali diperlukan suasana lain dengan cara pergi berdua tanpa membawa anak. Hal ini sangat penting, karena bisa memperbaharui cinta suami isteri.

Kita mempunyai anak, lantas bagaimana caranya? Ini memang sebuah problem. Kita cari solusinya, jangan menyerah begitu saja.

Bukan berarti setelah mempunyai anak banyak tidak bisa pergi berdua. Tidak! Kita bisa meminta tolong kepada saudara, kerabat ataupun tetangga untuk menjaga anak-anak, lalu kita dapat pergi bersilaturahmi atau belanja ke toko dan lain sebagainya. Kemudian pada kesempatan lainnya, kita pergi berekreasi membawa isteri dan anak-anak.

Kesembilan : Hendaklah Memiliki Rasa Empati Pada Pasangannya.
Rasulullah bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum mukminin antara satu dengan yang lainnya itu seperti satu tubuh. Apabila ada satu anggota tubuh yang sakit, maka anggota tubuh yang lain pun ikut merasakannya sebagai orang yang tidak dapat tidur dan orang yang terkena penyakit demam”.[4]

Ini berlaku secara umum kepada semua kaum Muslimin. Rasa empati harus ada. Yaitu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, termasuk kepada isteri atau suami. Jangan sampai suami sakit, terbaring di tempat tidur, isteri tertawa-tawa di sampingnya, bergurau, bercanda. Begitu pula sebaliknya, jangan sampai karena kesibukan, suami kemudian kurang merasakan apa yang dirasakan oleh isteri.

Kesepuluh : Perlu Adanya Keterbukaan.
Keterbukaan antara suami dan isteri sangat penting. Di antara problem yang timbul di keluarga, lantaran antara suami dan isteri masing-masing menutup diri, tidak terbuka menyampaikan problemnya kepada pasangannya. Yang akhirnya kian menumpuk. Pada gilirannya menjadi lebih besar, sampai akhirnya meledak.

Inilah sepuluh tips untuk merekatkan hubungan suami-istri, sehingga biduk rumah tangga tetap harmonis dan tenteram. Semoga bermanfaat, menjadi bekal keharmonisan keluarga.

[Diangkat dari buku Lautan Cinta, Fariq Gasim Anuz, Darul Qolam, Cet. I, Th. 1426H/2005M]

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi Khusus/Tahun IX/1426H/2005M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]
________
Footnote
[1]. HR Bukhari dalam Adabul Mufrad dan lain-lain, dihasankan oleh Syaikh Al Albani
[2]. Di antaranya adalah Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim dan Imam Ibnu Qudamah dalam Mukhtashar Minhajil Qashidin
[3]. Nasihat untuk akhwat yang berkeluarga atau ibu-ibu. Hendaknya wanita mempercantik diri dan berhias untuk suaminya. Yang terjadi, umumnya berdandan dan mempercantik diri kalau mau keluar rumah, atau kalau ada walimah, misalnya. Sedangkan di rumah, ia enggan mempercantik diri dan tampil seadanya. Padahal berdandan dan mempercantik diri untuk keluar rumah hukumnya haram.
[4]. HR Muslim

Oleh Ustadz Fariq Gasim Anuz

Merasa hati hampa

Filed under: Cobaan Berumah-tangga — cutro @ 22:50

Pernah ga sih loe merasa hati loe hampa, ga enak mau ngapa-ngapain, susah konsentrasi, ga ada semangat hidup ?

Semingguan ini hati gue ga enak banget…dirumah ribut sama istri terus, hal-hal sepele yg menurut gue biasa aja, dipermasalahkan dan ujung-ujungnya ngomong cerai terus….gue jadi pusing sendiri.

Suami juga manusia biasa yang kadang-kadang punya batas kesabaran, walaupun gue juga sadar untuk tidak mengucapkan kata cerai dalam keadaan emosi, karena dianggap jatuh talak secara agama…tapee deh….

Gue sendiri berpikir biar gimana pun kalo sudah berumah tangga pantang untuk mengucapkan cerai, kecuali yang memang malah mudharat jika tidak bercerai….apa coba…..tau deh, ya begitu memang yang gue baca sih. Cuma kalo sudah di provokasi istri dengan ngomong cerai…cerai…cerai…cerai…gue jadi mikirnya seperti ditantangin, kalo udah gini gue juga jadi ikut emosi…siapa takut, cuma satu yang gue pikirin….anak-anak, pasti mereka yang jadi korban kalau kita bener-bener cerai….aaah pusiiiiiiinggggg…

cerai…jangan….cerai…jangan….cerai…jangan (banyak setan yang ngomporin neh)

Hati jadi terasa hampa…..gimana ya ? pusing gue….kerjaan dan segala hal jadi terbengkalai….

Ada saran ga ?

December 14, 2009

Problem di ArcCatalog dan ArcMap

Filed under: Working,Working@Site — cutro @ 13:50
Tags: ,

Baru nginstall ArcGIS di beberapa PC langsung ketemu problem, muncul message “VBA initialization failed. One or more OLBs may be missing or unregistered, or Microsoft Internet Explorer 5.0 or later may not be installed”

Setelah googling dapat solusinya, yaitu edit key registri :
HKLM\SOFTWARE\ESRI\ArcMap\Settings\PreloadVBA

Set value menjadi 0

Semoga membantu

December 13, 2009

Testing install ArcGIS di Site

Filed under: Working,Working@Site — cutro @ 22:59
Tags: , , ,

Dari Sabtu kemarin gue coba-coba install ArcGIS berdua dengan assisten gue, Sabtu malam itu gue pulang ke mess tanpa hasil alias gagal.

Penyebabnya juga gue ngga tau, gue sudah ikutin semua prosedur di buku manualnya, ternyata hasilnya tidak seperti yang diharapkan, terpaksa di teruskan besok paginya.

Karena kelelahan bawa mobil sendiri dari Exploration Camp, apalagi bawa mobil double cabin yang seumur-umur ga pernah gue bawa alhasil begitu sampai mess trus makan trus ke kamar tidur-tiduran… baru sebentar gue BBM an dengan istri langsung pingsan tak sadarkan diri alias pulesszzzz… :D

Karena gue pingsan, alhasil tidur ga pakai selimut…. pagi-pagi gue terbangun karena kedinginan sambil bersin-bersin, wah ternyata badan gue drop kurang istirahat. Terpaksa musti minum dopping dulu biar ga tambah parah..gue beli vitamin c dan Neurobion, alhamdulillah membaik :-)

Sampai kantor gue tanya-tanya akhirnya sama trainer ESRI yang dulu ngajar gue, alhamdulillah dapat pencerahan, ternyata License Managernya mungkin ga kompatibel terpaksa gue pake yang versi sebelumnya yaitu 9.3, alhamdulillah jalan normal.

Pfuuh…akhirnya setelah gue tes jalan dengan sukses, tinggal besok gue musti install di server, mudah-mudahan sukses…wish me luck

December 11, 2009

Tugas ke Medan

Filed under: Working — cutro @ 09:19
Tags: ,

Pagi ini gue berangkat ke Medan lagi, sudah lama gue ngga pergi kesana, terakhir training ArcGIS bulan October, well mudah-mudahan lancar urusan gue

Next Page »

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.